Hub integrasi UCP di Merchant Center: yang perlu diketahui sekarang
Google Merchant Center punya menu baru: UCP integration. Ini bukan protokol baru. Menu ini memindahkan onboarding ke Merchant Center: pilih kemampuan, uji di sandbox, validasi di produksi, baca laporannya. Kami membaca artikel bantuan dan panduan pengembang Google untuk menjelaskan apa yang baru, seberapa besar pekerjaan integrasinya, mengapa GA4 tidak akan melihat kunjungan checkout native, dan apa yang perlu dilakukan setiap jenis penjual sekarang.
Google Merchant Center baru-baru ini mendapat item menu baru: UCP integration. Di artikel ini kami menyebutnya hub integrasi UCP.
Seperti apa checkout native lewat UCP bagi pembeli? Misalnya seorang pengguna meminta Gemini, "pilihkan topi matahari untuk ke pantai." Gemini menampilkan beberapa produk. Untuk produk yang checkout native-nya aktif, pengguna bisa mengetuk Beli, membayar dengan Google Pay, dan tidak pernah membuka situs penjual.
Agar produk mereka sendiri mendapat tombol Beli itu, penjual harus membangun antarmuka yang ditetapkan oleh UCP (Universal Commerce Protocol) milik Google. Hub integrasi UCP adalah tempat penjual mengurus hal itu di dalam Merchant Center: mendaftar, menguji, meluncurkan, dan membaca angkanya.
UCP sendiri bukan hal baru. Google merilisnya pada Januari 2026. Jadi ini bukan peluncuran protokol, bukan pula pembaruan protokol. Satu-satunya hal baru adalah pintu masuk di dasbor Merchant Center ini. Fitur ini diluncurkan bertahap di AS, dan Google menyebut Australia dan Kanada akan menyusul pada 2027.
Gambar 1: Halaman UCP integration di Merchant Center. Contoh topi matahari ada di kanan atas. Sumber: Bantuan Google Merchant Center.
Kami membaca dua artikel bantuan Google dan panduan pengembangnya. Tiga kesimpulan di awal:
Prosesnya lebih jelas, tetapi integrasinya tidak lebih mudah. Penjual tetap harus membangun antarmukanya sendiri, atau menunggu platform e-commerce mereka melakukannya.
Jika toko Anda berjalan di platform hosted, kapan Anda bisa memakainya sebagian besar bergantung pada jadwal platform.
Integrasi atau tidak, sebaiknya lengkapi data produk dan pengembalian di Merchant Center sekarang.
Berikut penjelasan setiap poin.
Apa yang benar-benar baru
Ada empat hal.
Pertama, Anda bisa memilih cara kerja checkout. Ada tiga opsi:
Kemampuan yang dipilih
Yang dilihat pembeli
Yang harus Anda bangun
Transfer keranjang
Menambahkan barang ke keranjang di Google, lalu pindah ke situs Anda untuk membayar
Antarmuka keranjang (Cart API)
Checkout native
Membayar dengan Google Pay tanpa meninggalkan Google
Tiga antarmuka checkout, ditambah pembaruan status pesanan yang dikirim kembali ke Google
Penautan akun
Masuk dengan akun pembeli di situs Anda untuk mendapat keuntungan anggota
Otorisasi login (OAuth 2.0); hanya tersedia setelah Anda memilih checkout native
Ada satu hal yang tidak berubah di ketiganya: Anda tetap penjual untuk pesanan ini. Pembayaran, pengiriman, dan layanan purnajual tetap di tangan Anda. Dokumentasi Google menyebutnya merchant of record (penjual resmi transaksi).
Karena kemampuan bisa dipilih terpisah, penjual tidak perlu mengerjakan semuanya sekaligus. Mereka bisa mulai dari opsi yang lebih ringan.
Gambar 2: Kemampuan dicentang di sebelah kiri, dengan pratinjau tampilan bagi pembeli di sebelah kanan. "Buy now" adalah checkout native; "Checkout on Everloom" mengirim pembeli ke situs penjual untuk membayar. Sumber: Bantuan Google Merchant Center.
Kedua, ada lingkungan pengujian. Google menyebutnya sandbox: tempat latihan yang tidak membuat pesanan nyata. Anda memasukkan alamat profil UCP situs Anda dan kunci API, lalu sandbox menyimulasikan "pembeli membuat keranjang" dan "pembeli memesan". Anda bisa memeriksa apakah server Anda merespons dengan benar.
Ketiga, hub memberi tahu apa yang kurang. Jika atribut feed produk (data produk yang Anda kirim ke Google), pengaturan pengembalian, atau konfigurasi akun perlu diubah, Merchant Center akan menandainya.
Keempat, ada laporan baru. Tab Analytics menampilkan tujuh angka: berapa kali pembeli mengklik Beli, berapa pembelian yang berhasil, tingkat pembelian, nilai pesanan rata-rata, berapa pesanan yang dibatalkan atau dikembalikan dananya, tingkat keberhasilan penautan akun, dan produk mana yang paling laku.
Gambar 3: Tujuh metrik di tab Analytics. Sumber: panduan pengembang Google UCP.
Apakah cukup beberapa klik?
Tidak. Artikel bantuan Google menyebut urutannya seperti ini:
Bangun antarmukanya dulu dengan mengikuti panduan pengembang. Artikel itu secara khusus menyebut langkah ini harus selesai sebelum Anda memulai alur onboarding di Merchant Center.
Isi formulir minat.
Tunggu sampai Google memilih dan memberi tahu Anda. Baru setelah itu Anda bisa memulai onboarding di Merchant Center.
Gambar 4: Tiga langkah di artikel bantuan Google.
Setelah masuk, Anda menguji di sandbox terlebih dahulu, lalu memvalidasi di lingkungan produksi. Terakhir, tim dukungan Google meninjau semuanya sebelum Anda tayang.
Analoginya: hub ini seperti tempat ujian SIM. Ia memberi tahu apa yang diujikan, membiarkan Anda berlatih, lalu menjadwalkan ujian sungguhan. Tetapi Anda tetap harus bisa menyetir sendiri.
Bagian "bisa menyetir" ini sangat berbeda di antara dua opsi checkout:
Transfer keranjang itu ringan. Google menyebutnya jalur validasi cepat. Opsi ini tidak mewajibkan penyiapan feed produk yang lengkap, pemberitahuan produk, atau informasi layanan pelanggan.
Checkout native jauh lebih berat. Anda butuh tiga antarmuka untuk membuat, memperbarui, dan menyelesaikan pesanan, integrasi Google Pay, serta notifikasi ke Google setiap kali status pesanan berubah.
Jika situs Anda berjalan di platform seperti Shopify, ada tidaknya antarmuka ini dan kapan tersedianya bergantung pada platform. Saran Google lugas: tanyakan rencana UCP kepada platform Anda.
Ada juga persyaratan produk, terutama untuk checkout native:
Kebijakan pengembalian harus lengkap. Apakah pengembalian dikenai biaya, batas waktu pengembalian, dan tautan ke kebijakan lengkap: ketiganya wajib. Halaman checkout menampilkannya.
Setidaknya satu kontak layanan pelanggan. URL, alamat email, atau nomor telepon. Tautan "hubungi penjual" di halaman konfirmasi pesanan memakainya.
Produk yang wajib membawa peringatan regulasi harus mencantumkannya. Misalnya produk yang perlu label menurut Proposition 65 California.
ID produk harus cocok. ID di feed Anda harus sama dengan ID di sistem checkout Anda. Jika berbeda, Anda butuh pemetaan.
Setelah integrasi, apakah data masih bisa dilihat?
Bisa, tetapi di tempat yang berbeda.
Mulai dari checkout native. Pembeli tetap berada di antarmuka Google dari awal sampai akhir dan tidak pernah membuka situs Anda. Karena itu, kode GA4 (Google Analytics 4) dan piksel iklan yang terpasang di situs Anda tidak berjalan untuk pesanan ini.
Pesanannya sendiri tidak hilang. Di langkah terakhir, Google memanggil antarmuka Anda untuk membuat pesanan, dan pesanan masuk ke sistem pesanan Anda seperti biasa. Untuk jumlah pembelian yang berhasil dan tingkat pembelian, gunakan laporan Analytics yang dijelaskan di atas. Dokumentasi pengembang Google juga menyebut data ini bisa dibaca lewat Merchant API, yang saat ini berstatus Alpha.
Jadi, meninjau pesanan seperti ini nanti berarti melihat dua tempat: sistem pesanan Anda sendiri dan laporan Merchant Center. Kunjungannya tidak akan muncul di GA4.
Sekarang transfer keranjang. Pembeli akhirnya kembali ke situs Anda untuk membayar, jadi Anda bisa melihat langkah pembayaran. Tetapi apa yang mereka tanyakan di Google dan bagaimana mereka memilih Anda tetap tidak terlihat.
Pandangan kami: pilihlah berdasarkan apa yang lebih penting bagi Anda. Jika Anda ingin jalur tersingkat menuju pembelian, pilih checkout native. Jika Anda lebih peduli pada pengalaman halaman checkout dan data di situs Anda, pilih transfer keranjang. Anda juga bisa memakai keduanya.
Siapa yang bisa memakainya sekarang?
Bagian ini mudah disalahpahami, karena Google punya dua dokumen yang menjelaskan dua hal berbeda.
Satu dokumen menjelaskan hub, yaitu pintu masuk di dasbor. Hub ini diluncurkan bertahap di AS, dengan Australia dan Kanada pada 2027. Bahkan di AS, tidak semua orang mendapatkannya. Anda harus membangun antarmuka, mengisi formulir, dan terpilih.
Dokumen lainnya menjelaskan checkout UCP sebagai fitur. Cakupan yang disebutkan adalah produk yang memenuhi syarat di AS, Kanada, dan Australia, serta penjual yang ikut dalam program. Dokumen yang sama mencatat bahwa checkout saat ini baru tersedia untuk sebagian penjual.
Jadi, hub yang muncul lebih dulu di AS tidak berarti produk di wilayah lain tidak ada hubungannya dengan checkout UCP. Yang pasti saat ini, keduanya belum dibuka sepenuhnya.
Ada produk yang belum bisa memakai checkout UCP untuk sementara: langganan, cicilan, ukiran khusus, barang bekas dan rekondisi, pre-order, barang besar yang perlu pengiriman khusus, layanan yang dibundel dengan pemasangan atau garansi tambahan, serta barang virtual seperti mata uang game.
Apa yang perlu dilakukan setiap jenis penjual sekarang
Jika toko Anda berjalan di platform seperti Shopify. Platform yang menangani antarmukanya. Anda punya tiga tugas kecil. Pertama, tanyakan ke platform atau periksa dasbor Anda untuk memastikan status checkout UCP saat ini. Menurut laporan Search Engine Land pada September 2026, toko Shopify di AS yang memenuhi syarat sudah otomatis mengaktifkan checkout native, jadi ada baiknya memeriksa apakah milik Anda aktif atau tidak. Kedua, pastikan kebijakan pengembalian dan informasi layanan pelanggan di Merchant Center sudah lengkap. Ketiga, tentukan di mana Anda akan meninjau pesanan seperti ini ke depannya, karena GA4 tidak akan menampilkan kunjungan di baliknya.
Jika situs Anda dibangun sendiri. Anda bisa langsung mengikuti proses Google. Minta pengembang Anda membaca panduan pengembang UCP dan memperkirakan pekerjaannya sebelum mengisi formulir minat. Mulailah dari transfer keranjang, lalu pertimbangkan checkout native setelah itu berjalan.
Jika Anda terutama berjualan di luar AS. Anda belum akan melihat hub ini. Dokumentasi Google saat ini hanya menyebut AS, Kanada, dan Australia, tanpa jadwal untuk wilayah lain. Yang bisa Anda lakukan sekarang adalah melengkapi data Merchant Center dan memantau pemberitahuan dari platform Anda.
Jika Anda menjual langganan, barang khusus, atau pre-order. Kategori ini belum masuk cakupan, jadi tidak perlu menginvestasikan waktu pengembangan untuk UCP. Jika toko Anda juga menjual produk standar, evaluasi bagian itu saja.
Jika Anda hanya berjualan di marketplace seperti Amazon dan tidak punya situs sendiri. Pembaruan ini tidak menuntut apa pun dari Anda untuk sementara. Integrasi dengan UCP memerlukan akun Merchant Center dan sistem checkout sendiri. Ikut tidaknya toko marketplace adalah keputusan marketplace tersebut.
Apa pun kelompok Anda, ada satu hal yang bisa Anda lakukan hari ini. Artikel bantuan Google menyebut persiapan terbaik adalah menjaga semua data Merchant Center Anda, dari feed produk hingga aset merek, selengkap dan semutakhir mungkin. Data itu sudah memengaruhi cara produk Anda tampil di seluruh Google.
Pembaruan ini tidak menambah kemampuan baru pada UCP. Ia memindahkan pekerjaan integrasi ke Merchant Center. Jadi tidak perlu terburu-buru berintegrasi. Lakukan persiapan di atas terlebih dahulu, dan semuanya akan berguna saat hub ini tersedia untuk Anda.
Apakah produk Anda masuk daftar pendek AI?
Integrasi UCP menjawab "bagaimana menerima pembelian". Bagi penjual dengan toko online sendiri, ada pertanyaan lain yang layak dipantau terus: saat pembeli meminta rekomendasi produk kepada AI, apakah produk Anda muncul? Pesaing mana yang ikut muncul? Dan apakah penawaran yang ditampilkan berasal dari toko Anda atau dari peritel lain?
Semua ini terlihat di kartu produk AI: kartu dalam jawaban AI yang memuat gambar, harga, dan penjual.
Dageno menata apa yang muncul di kartu produk itu berdasarkan pasar dan per produk: merek mana yang paling sering muncul, produk apa saja itu, penjual mana yang memberi penawaran, dan pesaing mana yang tampil di layar yang sama. Penjual bisa memakainya untuk memutuskan apa yang diselidiki dan dioptimalkan lebih dulu.
Berikut contoh dari sampel pemantauan pasar smartwatch.
Dageno memakai "visibilitas produk merek" untuk mengukur seberapa sering produk sebuah merek muncul di kartu produk tersebut. Pada metrik ini, Garmin berada di 58,17%, peringkat pertama. Apple di 39,16% dan Samsung di 34,22%.
Gambar 5: Visibilitas produk merek di pasar smartwatch, dari pemantauan belanja AI Dageno. Grafik tren mencakup 11 hingga 15 September 2026.
Buka Garmin Enduro 3 dari daftar, dan Anda akan melihat dua hal. Pertama, siapa yang menjualnya: kartu produknya memuat 9 penawaran, dari penjual seperti Best Buy, situs resmi Garmin, Home Depot, dan REI. Kedua, produk itu tampil bersama apa: 6 produk dari merek lain berbagi layar yang sama.
Gambar 6: Detail produk Garmin Enduro 3. Di kiri, penjual yang penawarannya muncul di kartu produk. Di kanan, produk merek lain yang tampil bersamanya.
Agar jelas, ini adalah data pemantauan dari kartu produk di jawaban AI, bukan data transaksi Google UCP. Data ini tidak bisa memberi tahu produk mana yang memenuhi syarat UCP, apakah tombol Beli akan muncul, atau berapa unit yang terjual. Yang bisa diberitahukannya adalah produk apa yang sedang ditampilkan AI di kategori Anda, dari mana penawarannya berasal, dan siapa lagi yang ada di layar.
Mulailah dengan memeriksa persaingan produk Anda di AI
Ingin tahu bagaimana performa produk Anda di belanja AI pada ChatGPT, Google AI Mode, dan Gemini? Anda bisa mencari pasar Anda di Dageno secara gratis dan memeriksa tiga hal:
Di mana Anda dan pesaing muncul? Produk mana yang rutin masuk daftar pendek AI, dan di mana produk Anda tidak ada.
Informasi produk apa yang ditampilkan AI? Harga, rating, dan penawaran penjual di kartu produk, serta apakah toko Anda sendiri termasuk di antara penjualnya.
Apa yang perlu diperbaiki lebih dulu? Poin optimasi konkret di halaman produk, feed, dan konten terkait. Setelah perubahan, terus pantau apakah tampilan produk bergeser.
Analisis ini berdasarkan sampel pemantauan. Analisis ini tidak menjanjikan peringkat tetap, penempatan di kartu produk, atau penjualan.
Lihat gratis bagaimana produk Anda tampil di belanja AI
Dageno is the research and insights team at Dageno AI, publishing industry reports and expert analysis on AI Search Visibility, Generative Engine Optimization (GEO), and AI-powered search discovery.